Minggu, 24 Juni 2007

BERBAGAI MACAM TANAMAN OBAT

Zaman sekarang masyarakat telah melupakan tanaman obat, padahal dahulu kala nenek moyang kita selalu menggunakan tanaman obat untuk menyembuhkan penyakit.

Sekarang ini masyarakat lebih suka hal-hal yang instant dan mudah didapat, sehingga masyarakat enggan mengkonsumsi tanaman obat, karena memang tidak banyak masyarakat yang mengetahui manfaat ataupun cara pengolahannya.
Banyak masyarakat yang lebih memilih ke dokter menurut mereka ke dokter lebih praktis dan cepat sembuh pada hal tanaman obat lebih sehat, tidak mengandung zat kimia dan sembuhnya lebih optimal.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan tanaman obat ?
2. Bagaimana cara pngolahannya ?
3. Apa saja manfaatnya ?

Berhubungan dengan perumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Banyak tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan tanaman obat, dari beracun sampai yang tidak beracun.
2. Tumbuh-tumbuhan itu dapat diolah dengan ditumbuk, direbus ataupun dimakan langsung itu semua disesuaikan dengan kegunaannya.
3. Dapat menyembuhkan segala macam penyakit dari yang ringan seperti pusing, gatal-gatal, batuk, dll sampai penyakit berat seperti kanker dan tumor.
Tanaman obat sangat berguna bagi masyarakat. Menurut buku tanaman obat karya Yaanna & Yovita, tanaman obat adalah warisan budaya bangsa berdasarkan pengalaman, yang secara turun temurun telah diwariskan oleh generasi terdahulu ke generasi berikutnya.
Ada beberapa definisi tentang tanaman obat, salah satunya menurut kamus besar Bahasa Indonesia. Menurut KBI tanaman adalah tanaman yang biasa ditanaman orang, sedangkan obat adalah bahan yang bisa menyembuhkan orang dari penyakit. Jika digabungkan tanaman obat adalah obat yang diramu dari berbagai macam akar, kulit pohon, batang, bunga, buah dan daun untuk berbagai macam penyakit. Sedangkan Tanaman obat menurut Kamus biologi : Tanaman adalah tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan oleh manusia karena itu mereka ditanaman dan dipelihara untuk diambil hasilnya, Obat adalah suatu ramuan untuk menyembuhkan penyakit. Berarti tanaman obat adalah tumbuh-tumbuhan yang ditanam oleh manusia yang hasilnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
BAB II
PEMBAHASAN

Berikut ini adalah beberapa contoh tanaman obat yang ada di sekitar kita beserta manfaat dan cara mengolahnya.
Bayam Merah (Iresine Herbstii Hook)

Mengobati : Haemoglobin yang rendah (HB rendah), sering mengalami pendarahan, tekanan darah rendah (hipotensi).
Herba tegak ini tingginya 80 – 120 cm. Daunnya berbentuk jantung terbalik yang di setiap ruasnya terdapat 2 daun berhadapan (ad yang berwarna merah dengan urat daun kekuningan dan ada pula yang berwarna hijau berurat kemerahan).
Lebar daun 5 – 7 x 3 – 4 cm dengan bertangkai. Bunga kecil-kecil, bermahkota seperti selaput, membentuk mayang di ketiak daun dan puncak batang. Buahnya bulat panjang, kecil, dan berbiji satu. Karena daunnya yang berkeriput, bila ditanam secara berumpun akan kelihatan indah (tanaman ini harus selalu dipangkas agar tidak berbunga).
Khasiatnya :
Mengobati kadar Haemoglobin yang rendah (Hb rendah) dan sering mengalami pendarahan. Ambil 11 buah ujung bayam merah, kukus menjadi sayur dan dimakan setiap hari selama seminggu (periksa kembali, bila Hb-nya naik, berarti darah kekurangan zat besi). Pengobatan bisa diteruskan sampai kadar hb normal kembali.
Obat tekanan darah rendah (hipotensi). Ambil 7 ujung bayam merah, 7 ujung bayam duri, rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum setiap hari sampai tekanan darah normal kembali.
Komposisi :
Bayam merah mengandung ferulytyramine dan ferrum (zat besi).


Cabe Rawit (Capsicum Frufescens, L.)

Mengobati : sakit mulas, sakit sariawan
Termasuk semak yang tingginya bisa mencapai 1,5 meter. Batangnya berkayu, berbuku-buku dan bercabang banyak. Daunnya tunggal, bentuknya bulat telur dengan panjang daun ±10 cm dan lebar ± 5 cm.
Tepi daun rata, tidak berbulu, ujungnya runcing dan pangkalnya tumpul. Bunganya tunggal, 2-3 buah letaknya berdekatan warnanya putih kekuningan. Mahkota bunga berbentuk bintang yang berwarna putih kehijauan (ada juga warna ungu). Kelopak bunganya berbuku dan tidak berbulu.
Buahnya buni, berbentuk bulat telur dan memanjang. Tumbuh liar di hutan dan di ladang-ladang yang tanahnya tidak tandus tetapi cukup mendapat sinar matahari. Banyak juga yang ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman dapur (bumbu masak).
Khasiatnya :
Daunnya bisa untuk obat mulas. Ambil segenggam daun cabe rawit, bersihkan dan siram dengan air panas. Setelah dingin lalu dimakan. Atau bisa juga dengan menumbuk halus daun tersebut dengan menambahkan garam dan kapur sirih sedikit, kemudian gunakan sebagai tapal.
Buhanya bisa untuk obat sariawan. Ambil 2 buah cabe rawit, buang bijinya dan ditumbuk halus. Kemudian tempelkan pada bagian yang sakit.
Komposisi :
Mengandung kapzaisin, kapsantin, protein, lemak, vitamin A dan C.


Jambu Klutuk/Jambu Biji (Psidium Guajava L.)

Mengobati : menghambat pertumbuhan bakteri, penyakit diare, dan sakit perut.
Pohonnya berukuran kecil dengan percabangan yang cukup lebat. Tingginya antara 5 - 7 meter. Permukaan kulit batangnya licin berwarna coklat muda dan sedikit terkelupas.
Dari ketiak daun di ujung percabangan muncul bunga yang kecil berwarna putih. Buahnya sangat bervariasi baik bentuk, maupun ukurannya, namun biasanya bentuknya bulat dengan kulit mengkilap.
Di Indonesia tumbuh hingga 1.200 m diatas permukaan laut, dansekarang tanman ini telah menyebar di seluruh Asia temnggara, India, dan Srilanka.
Khasiatnya :
Bunganya yang mengandung tanin, senyawa avikularin bisa menghambat pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, bagian-bagian tanaman yang mengandung senyawa tersebut, seperti daun, buah mentah dan kulit batang dipakai untuk menyembuhkan penyakit diare dan sakit perut.
Buahnya yang masak dipakai untuk buah meja. Bisa juga dibuat sebagai sari buah jambu biji, salah satu minuman yang cukup digemari masyarakat.
Komposisi :
Daun mengandung 9 – 12 % tanin, minyak Atsiri (yang terdiri dari eugenol, d-limonen, di-limonen dan seskuiterpan), lilin, fitosterol, asam psidiolat, B-sitosterol, asam ursulat, asam oleanot, asam kratogolat asam guaiakolat, karoten, vitamin B-1, B-2, B-6, C, niasin, senyawa avikularin dan guaiaverin.


Minyak Kayu Putih (Melaleuca leucadendron L.)

Mengobati :
Sakit perut, demam, kejang, peluruh keringat/diaforetik dan antispasmodik.
Perawakannya berupa pohon yang tidak begitu tinggi dengan percabangan mengantung. Kulit batangnya mengelupas sedikit-sedikit, dan tersa empuk bila dipegang. Daun melancip pada kedua ujung dengan tulang daun yang sejajar. Daun tersebut kalau kita remas-remas akan tercium minyak atsiri, yang lebih dikenal dengan nama minyak kayu putih.
Warna bunganya putih terkadang agak kemerahan, yang tersusun dalam karangan yang berbentuk bulir.
Di Indonesia tanaman ini sudah cukup luas penyebarannya. Di pulau Buru misalnya, tanaman ini tumbuh subur secara alami. Selain itu, di Australia tanaman ini banayak ditanam oleh penduduk setempat. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan menyemaikan biji dibedengan, dan setelah cukup kuat baru dipindahkan ke tempat yang telah ditentukan penanamannya.
Khasiatnya :
Minyak Atsiri dari daun bisa digunakan sebagai obat luar maupun dalam. (Sakit perut, demam, kejang, peluruh keringat/diaforetik dan antispasmodik).
Komposisi :
Minyak Atsiri terdiri dari Sineol (45-55%), terpineol, aldehid valerat, butorat dan benzoate, L-pinen serta limonen.


PEPAYA/KATES (Carica Papaya L.)

Mengobati :
Penyakit cacing dan saluran air kencing, pemyakit malaria dan luka.
Tanaman berasal dari Amerika tropis, Mexico dan India Barat dengan tinggi antara 2,5 -10 m. Batang bulat silindris kadang-kadang bercabang sebelah dalam berongga. Tangkai daunnya panjang menyerupai pita dengan helai daun berbentuk jari. Daun berjejal pada ujung batnag dan ujung cabang.
Bunga selalu berkelamin satu dan berumah dua bunga jantan pada tandan dan bertangkai panjang dengan kelopak sangat kecil, sedang bunga betina berdiri sendiri, daun mahkota lepas, berwarna putih kekuningan. Buahnya buni, bulat telur memanjang. Berbiji banyakyang dibungkus selaput yang berisi cairan dan berduri tempel. Bisa ditanam didataran hingga 1000 m diatas permukaan laut.
Khasiatnya:
Memperlancar pencernaan. Tumbuhan ini mengandung Papain, yaitu senyawa yang dapat memperpanjang daya cerna pepsin.
Sebagai obat cacing dan saluran air kencing. Agar Pepaya ditumbuk, setelah itu direbus kira ½ jam, lalu diminum.
Mengobati penyakit Malaria. 2 lembar daun Pepaya, ditumbuk dan diperas airnya lalu diminum (2 kali sehari ).
Obat luka.
Sadap getah buahnya dan oleskan pada bagian yang luka


3.1. Kesimpulan
Tanaman obat pada zaman kini kurang diminati oleh masyarakat karena majunya dunia kedokteran dan teknolog. Hanya sebagian kecil masyarakat yang masih berminat. Sesungguhnya tanaman obat banyak terdapat disekitar kita, hanya kita saja yang kurang memperhatikan. Memang faktor utamanya adalah kurangnya pengatahuan kita tentang tanaman obat.

.
DAFTAR PUSTAKA

Adi Soemarto Soenartono, dkk. 1990. Kamus Biologi. Jawa Barat : CV. Sarana Usaha.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Rosidi Imron, M.Pd. 2005. Ayo Senang Menulis Karya Tulis Ilmiah, Jakarta : Media Pustaka.
Yohana Arisandi dan Yovita Andriani, Tanaman Obat Keluarga dan Pengobatan Alternatif, Jakarta : Setia Kawan